Pernahkah Anda menyelesaikan labirin dengan mulai dari pintu keluar? Banyak orang dewasa melakukannya tanpa sadar, karena dari ujung biasanya jalan buntunya lebih sedikit. Trik itu punya nama: berpikir mundur. Kita mulai dari tempat yang ingin dituju, lalu bertanya selangkah demi selangkah, "Apa yang harus terjadi tepat sebelum ini?"
Ini strategi berpikir yang ampuh, dan anak bisa mempelajarinya lewat labirin, rutinitas sehari-hari, dan teka-teki angka kecil. Artikel ini menjelaskan gagasannya dengan sederhana dan memberi cara melatihnya di rumah.
Apa itu berpikir mundur?
Biasanya kita memecahkan masalah dengan berpikir maju: mulai dari awal lalu terus berjalan. Berpikir mundur membalik arahnya.
- Mulai dari tujuan. "Kita mau sampai di sekolah jam 8." "Kita mau sampai di pintu keluar."
- Tanyakan apa yang terjadi tepat sebelumnya. "Apa yang harus terjadi tepat sebelum kita tiba?"
- Terus mundur sampai tiba di posisi kita sekarang.
- Lalu berjalan maju mengikuti jalan yang ditemukan, untuk memeriksa apakah berhasil.
Strategi ini paling membantu saat tujuannya jelas, tetapi titik awalnya punya banyak arah.
Coba dengan labirin
Labirin adalah cara termudah untuk merasakan bedanya.
- Cari pintu keluar dulu dan letakkan jari atau mainan kecil di sana.
- Telusuri jalannya mundur ke arah pintu masuk. Cari satu-satunya jalan yang keluar dari pintu keluar, lalu belokan berikutnya, dan seterusnya.
- Tandai jalannya pelan-pelan sambil berjalan, dengan pensil atau deretan benda kecil.
- Bandingkan: coba labirin lain secara maju, lalu mundur. "Mana yang lebih mudah? Kenapa menurutmu?"
Ada labirin yang lebih mudah dari satu arah, ada yang dari arah lain. Menemukannya sendiri adalah bagian dari keseruannya, dan mengajarkan anak bahwa ada lebih dari satu cara masuk ke sebuah masalah.
Di Dologi, topik Ruang punya teka-teki labirin. Sebelum anak mulai, Anda bisa melihat pintu keluarnya bersama dan bertanya, "Kalau mulai dari sini, kamu akan lewat mana?"
Merencanakan mundur dari sebuah jam
Berpikir mundur adalah cara banyak orang dewasa mengatur pagi hari, sering tanpa diucapkan. Melakukannya dengan suara keras bersama anak membuat cara berpikir itu terlihat.
| Langkah (dihitung mundur) | Jam |
|---|---|
| Sampai di sekolah | 8.00 |
| Berangkat dari rumah | 7.45 |
| Pakai sepatu dan jaket | 7.40 |
| Sikat gigi | 7.35 |
| Selesai sarapan | 7.30 |
| Bangun dan berpakaian | 7.10 |
Untuk anak kecil, Anda bisa menggambarnya sebagai deretan gambar dengan jam dinding, bukan angka. Anak yang ikut menyusun rencana biasanya lebih mau mengikutinya. Trik yang sama berguna untuk bersiap ke pesta, naik kereta, atau waktu dongeng sebelum tidur.
Teka-teki angka "berpikir mundur"
Teka-teki angka sederhana menunjukkan strategi ini dengan jelas. Pakai benda seperti kancing atau anggur supaya anak bisa melihat apa yang terjadi.
- "Ibu punya beberapa apel. Ibu diberi 2 lagi, sekarang jadi 5. Berapa apel Ibu di awal?" Mulai dari 5, lalu kembalikan 2.
- "Ayah memikirkan sebuah angka. Ditambah 3 jadi 7. Berapa angkanya?" Batalkan "tambah 3" dengan mengambil 3.
- "Seekor katak melompat maju 4 langkah dan mendarat di angka 6. Dari mana ia mulai?" Gambar garis bilangan atau coba melangkah di lantai.
Kuncinya adalah membatalkan: kalau sesuatu ditambahkan, ambil kembali; kalau melangkah maju, melangkahlah mundur. Banyak anak usia sekitar 6 sampai 8 tahun senang dengan teka-teki ini setelah melihat satu atau dua contoh diselesaikan dengan benda. Usia hanya perkiraan; ikuti kecepatan anak Anda.
Maju atau mundur?
Berpikir mundur tidak selalu pilihan terbaik, dan tahu kapan memakainya juga bagian dari keterampilannya.
- Berpikir mundur saat tujuannya jelas dan titik awalnya banyak pilihan: labirin, rencana waktu, "berapa angka awalnya?".
- Berpikir maju saat titik awalnya jelas tetapi tujuannya belum: mengikuti resep, merakit sesuai petunjuk, menjelajah.
- Coba keduanya saat buntu. Mengubah arah adalah cara klasik untuk keluar dari kebuntuan.
Tanyakan setelah sebuah teka-teki: "Kamu mulai dari awal atau dari akhir? Apakah arah sebaliknya akan lebih mudah?"
Ringkasnya
- Berpikir mundur berarti mulai dari tujuan dan bertanya "apa yang harus terjadi tepat sebelumnya?" sampai tiba di awal.
- Labirin adalah cara yang bagus untuk mencobanya: mulai dari pintu keluar dan telusuri jalannya mundur.
- Rencanakan pagi hari dan bepergian dengan menghitung mundur dari jam tiba.
- Pakai teka-teki angka "membatalkan" dengan benda, dan bicarakan kapan berpikir maju atau mundur lebih cocok.
Baca juga: Merencanakan sebelum bertindak: mengajari anak berpikir tiga langkah ke depan
