Semua artikel

Resep adalah sebuah program: algoritma dalam kehidupan sehari-hari untuk anak

Sebutir telur di kiri, sebuah panah, mangkuk adonan dengan sendok kayu di tengah, panah lagi, dan piring berisi kue kering di kanan, dibaca dari kiri ke kanan seperti langkah-langkah.

"Yoghurt dulu, lalu buah, terakhir madu di atasnya." Setiap kali anak mengikuti resep, ia sedang mengikuti sebuah algoritma: daftar langkah yang jelas dan berurutan, yang mengubah apa yang ada di awal menjadi hasil di akhir.

Itulah persisnya program komputer. Tidak perlu layar untuk mengajarkan gagasan ini. Dapur adalah salah satu tempat terbaik untuk menjelajahinya, karena langkah-langkahnya nyata, hasilnya terlihat, dan kesalahannya sering lucu (dan bisa dimakan).

Resep punya bagian yang sama dengan program

Sebelum memasak, baca resepnya bersama dan beri nama setiap bagiannya:

Dalam resep Dalam program
Bahan Masukan: apa yang kita punya di awal
Langkah bernomor sesuai urutan Perintah, dijalankan satu per satu
"Aduk 10 kali" Pengulangan: mengulang satu langkah
"Jika terlalu kental, tambahkan satu sendok susu" Syarat: melakukan sesuatu hanya jika...
Makanan yang sudah jadi Keluaran: hasilnya

Dengan anak kecil, tidak perlu memakai kata "masukan" atau "pengulangan". Pertanyaan seperti "Kita perlu apa?", "Kita lakukan apa dulu?", dan "Nanti di akhir kita dapat apa?" sudah cukup.

Pilih masakan yang sederhana dan aman, dengan orang dewasa yang mengurus semua yang panas atau tajam: cup yoghurt buah, roti isi, jus, atau camilan tanpa dimasak.

Apakah urutan penting?

Pertanyaan berpikir yang bagus adalah: langkah mana yang boleh bertukar tempat, dan mana yang tidak?

Ambil contoh cup yoghurt:

  1. Masukkan yoghurt ke dalam gelas.
  2. Tambahkan potongan buah.
  3. Siramkan madu di atasnya.
  4. Makan.

Bolehkah langkah 2 dan 3 bertukar? Mungkin boleh, hanya tampilannya sedikit berbeda. Bagaimana dengan langkah 1 dan 4? Tentu tidak! Bahas setiap pasangan: "Apa yang terjadi kalau langkah ini dilakukan lebih dulu?"

Anak akan menemukan bahwa ada langkah yang berdiri sendiri (urutannya hampir tidak mengubah hasil) dan ada yang bergantung pada langkah lain (yang satu harus lebih dulu daripada yang lain). Itulah salah satu gagasan kunci dalam merencanakan dan memprogram.

Main "orang tua robot"

Permainan ini sangat disukai. Anda menjadi robot yang mengikuti petunjuk persis kata demi kata, tidak lebih, tidak kurang.

Anak memberi petunjuk untuk membuat roti isi. Kalau ia berkata "taruh selai di roti", Anda menaruh stoples selai yang masih tertutup di atas roti. Kalau ia berkata "ambil pisau" tanpa menyebut tangan yang mana, Anda pura-pura bingung.

  • Jaga suasananya tetap seru, dan berhenti sebelum anak jadi kesal.
  • Setelah tertawa bersama, bantu anak membuat petunjuk yang lebih tepat: "Buka tutup stoples. Ambil sedikit selai dengan sendok. Oleskan ke satu lembar roti."
  • Bertukar peran, dan biarkan anak menjadi robot.

Pelajarannya, komputer, seperti robot, hanya melakukan apa yang diperintahkan. Langkah yang jelas dan tepat itu penting.

Tambahkan pengulangan dan syarat

Setelah anak terbiasa dengan langkah yang berurutan, cari dua jenis langkah khusus dalam resep:

  • Pengulangan: "Aduk 10 kali." "Tambahkan satu sendok setiap kali sampai mangkuk penuh." Hitung bersama sambil mengulang langkahnya.
  • Syarat (jika...): "Jika pisangnya terlalu besar, potong dua." "Jika adonannya kering, tambahkan sedikit air." Tanyakan: "Kali ini kita perlu langkah itu tidak?"

Menemukan "ulangi" dan "jika" dalam petunjuk sehari-hari adalah perkenalan lembut dengan batu bata penyusun semua program.

Tulis resep sendiri

Terakhir, ajak anak menulis (atau menggambar) resep untuk orang lain:

  • Gambar setiap langkah di kotaknya sendiri, dengan panah di antara kotak.
  • Beri nomor pada langkah-langkahnya.
  • Uji resepnya: orang dewasa mengikutinya persis, lalu lihat apakah hasilnya benar.
  • Kalau ada yang salah, cari langkah yang perlu diperbaiki. Para pemrogram menyebutnya debugging.

Anak yang belum bisa menulis bisa menggambar setiap langkah dan menjelaskannya dengan suara keras.

Di Dologi, teka-teki "Kemudikan mobil" bekerja dengan cara yang sama: anak menyusun perintah secara berurutan untuk mengemudikan mobil melewati labirin menuju bintang-bintang, dan kalau satu perintah salah tempat, mobilnya berakhir di tempat lain.

Ringkasnya

  • Resep adalah algoritma: bahan masuk, langkah berurutan, makanan keluar.
  • Tanyakan langkah mana yang boleh bertukar tempat dan mana yang harus lebih dulu.
  • Main "orang tua robot" untuk menunjukkan mengapa petunjuk harus tepat.
  • Cari pengulangan dan langkah "jika", lalu biarkan anak menulis dan menguji resepnya sendiri.

Baca juga: Membagi tugas besar menjadi langkah kecil: berpikir langkah demi langkah