Sebuah lingkaran yang terbagi menjadi beberapa bagian, setiap bagian berisi satu angka, dan satu bagian bertanda tanya. Sebuah segitiga dengan angka di ketiga sudutnya dan satu angka di tengah. Teka-teki "cari angka yang hilang" seperti ini sering muncul di buku latihan, halaman teka-teki, dan kuis seru, dan banyak anak berusia sekitar 8 sampai 12 tahun menyukainya. Bagian yang sulit bukan hitungannya, melainkan aturannya yang tersembunyi: anak Anda harus menebak operasi apa yang dipakai si pembuat teka-teki.
Artikel ini membahas tiga jenis yang paling umum, masing-masing dengan dua teka-teki buatan kami dan jawabannya di bagian akhir. Yang lebih penting daripada jawaban mana pun adalah kebiasaan yang berlaku untuk semua jenis: coba operasinya satu per satu, dan isi bagian yang kosong hanya kalau aturannya cocok untuk setiap bagian.
Cara menguji: tambah, kurang, kali, lalu periksa setiap bagian
Saat anak Anda bertemu gambar dengan tanda tanya, ia bisa mengikuti empat langkah ini:
- Cari satu bagian yang lengkap. Itulah contoh untuk mempelajari aturannya: segitiga yang angka tengahnya sudah ada, baris dengan ketiga kotak terisi, atau sepasang bagian yang berseberangan dengan kedua angkanya diketahui.
- Coba setiap operasi, mulai dari yang paling mudah. Jumlahkan semuanya. Kurangkan angka yang lebih kecil dari yang lebih besar. Kalikan. Gandakan. Kalau tidak ada yang cocok, kalikan dua angka lalu tambahkan atau kurangkan angka ketiga.
- Periksa aturan itu pada bagian kedua dan ketiga. Inilah langkah yang paling sering dilewatkan anak. Dengan satu bagian saja, sering kali dua atau tiga aturan berbeda sama-sama cocok. Tanyakan: "Apakah aturan ini berlaku untuk setiap bagian?"
- Isi bagian yang kosong hanya kalau setiap bagian cocok. Kalau ada satu bagian yang tidak cocok, kembali ke langkah 2 dan coba operasi lain.
Ajaklah anak Anda mencatat aturan yang ia coba di kertas coretan dan mencoret yang gagal. Kertas yang penuh coretan adalah tanda bahwa ia sudah melakukannya dengan benar, bukan tanda bahwa ia kurang berhasil.
Jenis 1: angka di sudut menghasilkan angka di tengah
Setiap segitiga punya tiga angka di sudutnya (atas, kiri bawah, kanan bawah) dan satu angka di tengah. Angka tengah dihasilkan dari ketiga angka sudut dengan aturan yang sama di setiap segitiga.
Teka-teki 1 (pemanasan):
| Segitiga | Atas | Kiri bawah | Kanan bawah | Tengah |
|---|---|---|---|---|
| Pertama | 2 | 3 | 4 | 9 |
| Kedua | 5 | 1 | 6 | 12 |
| Ketiga | 4 | 7 | 2 | ? |
Teka-teki 2 (dengan jebakan):
| Segitiga | Atas | Kiri bawah | Kanan bawah | Tengah |
|---|---|---|---|---|
| Pertama | 1 | 2 | 4 | 7 |
| Kedua | 2 | 3 | 5 | 13 |
| Ketiga | 4 | 3 | 6 | ? |
Pada teka-teki 2, menjumlahkan sudut-sudut segitiga pertama menghasilkan tepat 7, sehingga mudah mengira aturannya sudah ketemu. Petunjuk untuk anak Anda: "Coba aturan penjumlahan itu pada segitiga kedua."
Jenis 2: kisi angka tiga kali tiga
Kisi ini punya sembilan kotak, salah satunya bertanda tanya. Biasanya kotak ketiga di setiap baris dihasilkan dari dua kotak pertama, tetapi kadang aturannya justru berjalan menurun pada kolom. Artikel ini hanya membahas kisi angka; kisi yang hanya berisi gambar yang berubah warna atau ukurannya adalah jenis teka-teki yang lain.
Teka-teki 3 (menurut baris):
| Kolom 1 | Kolom 2 | Kolom 3 | |
|---|---|---|---|
| Baris 1 | 2 | 2 | 4 |
| Baris 2 | 3 | 5 | 15 |
| Baris 3 | 4 | 6 | ? |
Teka-teki 4 (kalau baris tidak berhasil, coba kolom):
| Kolom 1 | Kolom 2 | Kolom 3 | |
|---|---|---|---|
| Baris 1 | 6 | 4 | 5 |
| Baris 2 | 3 | 5 | ? |
| Baris 3 | 9 | 9 | 12 |
Petunjuk untuk teka-teki 4: "Apakah ada aturan di baris 1? Kalau tidak, bacalah kolom 1 dari atas ke bawah."
Jenis 3: lingkaran dengan bagian-bagian yang berseberangan
Lingkaran dipotong menjadi beberapa bagian seperti potongan kue. Pada jenis ini, aturannya biasanya menghubungkan dua bagian yang saling berhadapan melewati titik pusat. Karena kami tidak bisa menggambar lingkarannya di sini, angka-angkanya dibaca searah jarum jam, mulai dari bagian atas. Anak Anda bisa menggambar lingkarannya di kertas agar lebih mudah dilihat.
Teka-teki 5: lingkaran dengan delapan bagian, dibaca searah jarum jam: 3, 5, 2, 7, 6, 10, 4, ?
Teka-teki 6: lingkaran dengan enam bagian, dibaca searah jarum jam: 4, 9, 1, 8, 3, ?
Petunjuk: bagian yang berseberangan dengan bagian pertama berada di separuh putaran lingkaran. Pada delapan bagian, bagian 1 berhadapan dengan bagian 5 dan bagian 2 berhadapan dengan bagian 6. Pada enam bagian, bagian 1 berhadapan dengan bagian 4. Anak Anda bisa menuliskan setiap pasangan yang berseberangan di barisnya sendiri lalu membandingkannya.
Jawaban, dan cara anak membuat teka-teki sendiri
- Teka-teki 1: 13. Angka tengah adalah jumlah sudut-sudutnya: 2 + 3 + 4 = 9 dan 5 + 1 + 6 = 12, jadi 4 + 7 + 2 = 13.
- Teka-teki 2: 14. Penjumlahan cocok untuk segitiga pertama (1 + 2 + 4 = 7) tetapi gagal pada yang kedua (2 + 3 + 5 = 10, bukan 13). Aturan yang cocok untuk keduanya: kalikan kedua sudut bawah, lalu kurangi sudut atas. 2 × 4 − 1 = 7 dan 3 × 5 − 2 = 13, jadi 3 × 6 − 4 = 14.
- Teka-teki 3: 24. Baris 1 cocok dengan penjumlahan (2 + 2 = 4) maupun perkalian (2 × 2 = 4). Baris 2 hanya cocok dengan perkalian: 3 × 5 = 15. Jadi 4 × 6 = 24. Jawaban 10 adalah milik orang yang berhenti di baris 1.
- Teka-teki 4: 7. Barisnya tidak punya aturan yang sama, tetapi setiap kolom punya: kotak atas ditambah kotak tengah menghasilkan kotak bawah. 6 + 3 = 9 dan 4 + 5 = 9, jadi 5 + ? = 12, yaitu 7.
- Teka-teki 5: 14. Pasangan yang berseberangan adalah 3 dan 6, 5 dan 10, 2 dan 4, 7 dan ?. Pasangan pertama cocok dengan "tambah 3" maupun "dua kali lipat", tetapi pasangan kedua (5 dan 10) hanya cocok dengan penggandaan. Dua kali 7 adalah 14.
- Teka-teki 6: 11. Pasangan yang berseberangan adalah 4 dan 8, 9 dan 3, 1 dan ?. Setiap pasangan berjumlah 12, jadi angka yang hilang adalah 11.
Setelah anak Anda berhasil memecahkannya, ajaklah ia membuat teka-teki untuk Anda. Caranya:
- Pilih aturannya lebih dulu dan tuliskan di tempat yang tidak terlihat, misalnya "kalikan kedua sudut bawah, lalu tambahkan sudut atas".
- Gambar sedikitnya dua bagian lengkap yang mengikuti aturan itu, lalu satu bagian dengan tanda tanya.
- Sebelum diserahkan, tanyakan: "Mungkinkah aturan lain juga cocok untuk setiap bagian?" Kalau mungkin, ubah satu angka supaya hanya satu aturan yang berlaku.
Langkah terakhir itu menunjukkan kepada anak mengapa sebuah teka-teki membutuhkan sedikitnya dua contoh yang sudah terisi, dan di saat itulah ia benar-benar memahami cara memeriksa aturan. Anda bisa sengaja menjawab dengan aturan yang hanya cocok untuk bagian pertama, supaya ia bisa menunjukkan kesalahannya.
Di Dologi, teka-teki "Angka berikutnya" pada tema "Pola" melatih kebiasaan yang persis sama: anak Anda menemukan aturan pada deretan angka dan memeriksanya langkah demi langkah sebelum memilih jawaban.
Singkatnya
- Teka-teki angka yang hilang biasanya ada tiga jenis: segitiga dengan angka di sudut, kisi tiga kali tiga, dan lingkaran dengan bagian-bagian yang berseberangan.
- Coba penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan penggandaan secara bergantian, lalu gabungkan dua operasi kalau tidak ada yang cocok.
- Satu bagian sering cocok dengan beberapa aturan; tanyakan "Apakah aturan ini berlaku untuk setiap bagian?" sebelum mengisi bagian yang kosong.
- Biarkan anak Anda membuat teka-teki sendiri dan memastikan bahwa setiap teka-teki hanya punya satu jawaban.
Baca juga: Pola bilangan: genap dan ganjil, berhitung loncat dua, dan lompat-lompat
