Semua artikel

Eksperimen cahaya dan bayangan untuk anak: senter, beberapa benda, dan jam matahari buatan sendiri

Senter ungu menyorotkan berkas cahaya kuning ke kanan; sebuah balok kayu oranye di dalam berkas itu membuat bayangan gelap yang panjang di lantai, sedangkan gelas air di belakangnya hanya meninggalkan bayangan pucat dengan satu bintik terang.

Anak memperhatikan bayangan jauh sebelum bisa menjelaskannya. Bayangan mengikutinya di jalan, memanjang di sore hari, dan hilang di bawah awan. "Kenapa?" adalah pertanyaan bagus yang lebih baik dijawab dengan percobaan daripada dengan kata-kata.

Artikel ini berisi rangkaian eksperimen cahaya dan bayangan untuk anak usia sekitar 4 sampai 11 tahun. Yang Anda butuhkan hanya senter, beberapa benda dari rumah, dan nanti sebatang tongkat serta sinar matahari. Kebiasaannya sama seperti di setiap percobaan yang baik: menebak dulu, mencoba, lalu menjelaskan apa yang terjadi.

Yang perlu disiapkan

  • Senter, atau lampu ponsel. Lampu meja kecil juga bisa.
  • Ruangan yang remang dengan meja atau lantai yang lapang. Tidak perlu gelap total.
  • Beberapa benda: balok kayu atau plastik, mainan figur, gelas berisi air, botol plastik bening, selembar kertas roti, sepotong karton, sendok.
  • Selotip, atau pensil dan kertas untuk menandai ujung bayangan.

Satu aturan sebelum lampu dinyalakan: senter diarahkan ke benda, tidak pernah ke mata siapa pun.

Bayangan panjang, bayangan pendek

Tegakkan sebuah balok di lantai, lalu letakkan senter di lantai agak jauh, mengarah ke balok itu. Perhatikan bayangan di belakang balok. Sekarang minta anak menebak: "Kalau senternya kuangkat tinggi-tinggi, bayangannya jadi lebih panjang atau lebih pendek?"

Lalu gerakkan senter pelan-pelan dan amati bersama.

Posisi senter Yang terjadi pada bayangan
Rendah, hampir menempel di lantai Panjang, terulur jauh di belakang balok
Setengah tinggi Lebih pendek
Tinggi, hampir tepat di atas balok Sangat pendek, mengumpul di sekitar dasar balok
Digeser ke kiri Bayangan berayun ke kanan

Dari sini muncul dua gagasan. Bayangan selalu berada di sisi yang menjauhi cahaya. Dan makin rendah cahayanya, makin panjang bayangannya. Tandai ujung tiap bayangan dengan selotip, lalu minta anak meletakkan senter di tempat yang membuat bayangan sampai ke tanda yang Anda pilih. Bekerja mundur seperti ini lebih sulit, dan menunjukkan apakah gagasannya benar-benar sudah dipahami.

Bayangan hanyalah tempat yang tidak bisa dicapai cahaya karena ada sesuatu yang menghalangi. Tanyakan: "Kamu akan bersembunyi di mana supaya senter tidak bisa melihatmu?" Anak sering menemukan penjelasan ini sendiri.

Benda apa yang meneruskan cahaya?

Kumpulkan enam sampai delapan benda dan buat tiga tumpukan bersama-sama sebelum mencoba apa pun:

  • Cahaya menembus: Anda bisa melihat dengan jelas melaluinya. Gelas air, botol bening, kantong plastik.
  • Sebagian cahaya menembus: cahaya lewat, tetapi benda di baliknya tampak buram. Kertas roti, kertas tisu, selembar kain tipis.
  • Cahaya tidak menembus: balok, karton, buku, sendok.

Setelah itu sorotkan senter ke tiap benda dan lihat bayangannya. Gelap, pucat, atau hampir tidak ada? Pindahkan benda ke tumpukan lain kalau bayangannya mengejutkan.

Gelas air sering menjadi favorit. Bayangannya pucat, dan di dalamnya biasanya ada bintik atau garis terang, karena air mengumpulkan sebagian cahaya ke satu tempat. Tanyakan kepada anak, kenapa gelas masih membuat bayangan padahal kita bisa melihat tembus. Jawabannya: benda bening pun menahan sedikit cahaya.

Pertanyaan lanjutan yang bagus: "Mana yang kamu pakai untuk tirai yang membuat ruangan tetap terang tapi orang tidak bisa mengintip?" Tumpukan di tengah tiba-tiba punya tugas.

Pertunjukan bayangan di dinding

Setelah anak paham perilaku bayangan, biarkan ia mengadakan pertunjukan. Gunting bentuk-bentuk sederhana dari karton, rekatkan pada tongkat, dan mainkan di bawah sinar senter di depan dinding kosong atau sehelai kain.

Tantangan yang memakai hal yang baru saja dipelajari:

  • Buat raksasa: dekatkan figur ke senter dan bayangannya membesar. Dekatkan ke dinding dan bayangannya mengecil.
  • Tambahkan warna: rekatkan plastik atau kertas tisu berwarna yang tembus pandang pada lubang yang digunting di figur. Cahaya yang lewat jadi berwarna.
  • Tangan sebagai boneka: kelinci dengan dua jari sebagai telinga selalu disukai.

Jam matahari di kebun

Pada hari yang cerah, percobaan pindah ke luar, dan matahari menjadi senternya.

  1. Tancapkan tongkat yang lurus ke tanah, atau tegakkan pensil di gumpalan lilin mainan di atas selembar kertas di ambang jendela yang terkena matahari.
  2. Pada pagi hari, tandai ujung bayangan dengan kerikil atau garis kapur.
  3. Kembali setiap satu jam kira-kira dan tambahkan tanda. Tulis jamnya di kertas, atau ucapkan keras-keras dan biarkan anak mengingat letak tiap kerikil.
  4. Sebelum tiap kunjungan, tanyakan: "Di mana bayangannya kali ini? Lebih panjang atau lebih pendek?"

Menjelang sore Anda akan punya deretan tanda yang menyebar seperti kipas. Bayangan bergerak karena matahari bergerak di langit, dan paling pendek sekitar tengah hari, saat matahari paling tinggi. Itu gagasan yang sama dengan senter yang diangkat tinggi di atas balok. Keesokan harinya, pada jam yang sudah Anda tandai, periksa apakah bayangan jatuh di kerikil yang sama. Kalau ya, anak Anda baru saja membuat jam dari sebatang tongkat.

Ingatkan semua untuk menatap bayangan, bukan matahari. Jangan pernah menatap langsung ke matahari.

Topik Ruang di Dologi punya teka-teki "Sinar cahaya" dan "Putar cermin": anak mengikuti cahaya dari senter, melihat ke mana cermin mengarahkannya, dan benda mana yang menghalanginya. Itu penalaran yang sama tentang ke mana cahaya bisa dan tidak bisa pergi, dilatih dalam langkah-langkah kecil.

Ringkasnya

  • Senter, balok, dan ruangan yang remang sudah cukup untuk menemukan bahwa bayangan jatuh menjauhi cahaya dan memanjang saat cahayanya rendah.
  • Pilah benda menurut banyaknya cahaya yang diteruskan, lalu uji tiap tumpukan dengan senter.
  • Pertunjukan bayangan di dinding mengubah aturan itu menjadi permainan: mendekat untuk membuat raksasa.
  • Sebatang tongkat di bawah matahari menjadi jam matahari: tandai bayangan tiap jam, tebak tanda berikutnya, dan jangan pernah menatap matahari itu sendiri.

Baca juga: Bayangan tangan dan senter: membuat hewan, menebak, dan bercerita