Berikan magnet kepada anak Anda, dan hampir pasti ia akan berkeliling rumah menempelkannya ke segala benda. Itu sudah merupakan percobaan. Tambahkan satu langkah kecil, menebak sebelum mencoba, dan permainan itu berubah menjadi sesi sains yang sesungguhnya.
Artikel ini mengusulkan cara menjelajahi magnet bersama anak usia sekitar 4 sampai 10 tahun: mencari benda yang menempel, menemukan kejutannya, menguji apa saja yang bisa ditarik magnet dari balik penghalang, dan mencari tahu mengapa dua magnet kadang saling menarik dan kadang saling mendorong.
Yang Anda butuhkan
- Satu magnet besar yang mudah digenggam: magnet bentuk tapal kuda, magnet batang, atau magnet kulkas yang besar. Jauhkan magnet kecil dan mainan bermagnet kecil dari jangkauan anak balita.
- Satu nampan berisi benda untuk diuji: penjepit kertas, paku payung besar, kunci, sendok logam, sendok plastik, uang logam, aluminium foil, tutup botol, penghapus, pensil, kelereng, sehelai benang wol, selembar daun.
- Selembar kertas dengan dua kolom: "Menempel" dan "Tidak menempel".
Jauhkan magnet dari ponsel, komputer, dan kartu bank. Tidak perlu penjelasan panjang, cukup satu aturan: "Magnet tetap di meja ini."
Menebak dulu, baru menguji
Anak mengambil setiap benda dan berkata: "Kayaknya ini menempel" atau "ini tidak". Anda mencatatnya, atau anak meletakkan benda itu di sisi kertas sesuai tebakannya. Baru setelah itu ia mencobanya dengan magnet.
| Benda | Tebakanku | Hasil |
|---|---|---|
| Penjepit kertas | Menempel | Menempel |
| Sendok plastik | Tidak | Tidak |
| Aluminium foil | Menempel | Tidak menempel |
| Kunci | Menempel | Tergantung kuncinya |
Saat tebakan ternyata meleset, berhentilah sejenak: "Tadi kamu kira menempel, tapi ternyata tidak. Aneh ya, kira-kira kenapa?" Tebakan yang salah adalah saat anak paling banyak berpikir.
Anak yang lebih kecil cukup memilah benda menjadi dua tumpukan. Anak yang lebih besar bisa menambah satu kolom: "Terbuat dari apa?"
Tidak semua logam menempel
Setelah satu putaran, banyak anak membuat aturan sendiri: "Benda dari besi atau baja menempel; plastik dan kayu tidak." Itu sudah dekat, dan layak dipuji. Lalu ujilah aturan itu dengan beberapa benda lagi:
- Aluminium foil dan kaleng minuman biasanya terbuat dari aluminium, logam yang tidak menempel.
- Sendok baja tahan karat: ada yang menempel, ada yang nyaris tidak. Baja ada banyak jenisnya.
- Uang logam dan kunci: tergantung logam pembuatnya, jadi tiap benda bisa berbeda. Ini saat yang baik untuk menguji satu per satu, bukan menebak untuk semuanya.
Cara mengatakannya yang mudah dipahami anak: magnet menarik sebagian logam, terutama besi dan baja, bukan semua logam. Yang baru saja dilakukan anak Anda, yaitu membuat aturan lalu mencari contoh lain untuk mengujinya, persis seperti cara para ilmuwan menguji gagasan mereka.
Apa saja yang bisa ditarik magnet dari baliknya?
Taruh penjepit kertas di atas selembar kertas dan pegang magnet di bawahnya. Apakah penjepit itu mengikuti magnet? Lalu coba dengan benda yang makin tebal:
- Selembar kertas, sepotong karton, buku tulis yang tipis.
- Piring kertas: gambar jalan atau labirin di atasnya, letakkan penjepit di atasnya, dan arahkan dengan magnet dari bawah.
- Mengambil penjepit dari gelas berisi air tanpa membasahi jari: jatuhkan penjepit ke gelas plastik berisi air, lalu geser magnet naik di sisi luar gelas untuk membawa penjepit itu ke atas.
Anak juga bisa mengukur kekuatan magnet: tumpuk kertas selembar demi selembar sampai penjepit tidak lagi mengikuti magnet, lalu hitung jumlah kertasnya. Coba dengan dua magnet yang berbeda, ganti hanya magnetnya setiap kali, dan pakai kertas serta penjepit yang sama.
Dua ujung magnet: menarik atau mendorong?
Anda memerlukan dua magnet batang. Tempelkan sepotong kecil selotip berwarna di satu ujung masing-masing magnet.
- Dekatkan kedua ujung yang berselotip. Apa yang terjadi?
- Balikkan salah satu magnet, lalu dekatkan ujung berselotip ke ujung tanpa selotip. Sekarang bagaimana?
- Letakkan satu magnet di atas mobil mainan dan gunakan magnet satunya untuk "mendorong" mobil itu tanpa menyentuhnya.
Anak akan merasakan magnet kadang saling menarik dan kadang saling mendorong, seolah ada bantalan tak terlihat di antaranya. Setiap magnet punya dua ujung yang berbeda, disebut kutub. Kutub senama saling menolak; kutub berlainan saling menarik. Biarkan anak menemukan aturannya sebelum Anda memberinya nama.
Anak yang lebih besar bisa mencoba membuat kompas: gosokkan jarum jahit pada magnet sekitar dua puluh kali, selalu ke arah yang sama, tusukkan ke irisan tipis gabus, lalu apungkan di mangkuk berisi air. Biasanya jarum itu perlahan berputar dan menunjuk ke satu arah. Jarumnya biar Anda yang memegang.
Kaitannya dengan memilah
Percobaan magnet sebenarnya adalah latihan memilah: setiap benda masuk ke "menempel" atau "tidak menempel", lalu dicari apa kesamaan tiap kelompok. Di Dologi, teka-teki "Kelompokkan" juga meminta anak memasukkan benda ke dalam kotak berdasarkan warna, bentuk, atau jumlah, dengan kebiasaan yang sama: mengenali apa yang dimiliki bersama oleh benda-benda itu.
Ringkasnya
- Satu magnet besar dan satu nampan benda rumah tangga sudah cukup; jauhkan magnet kecil dari anak balita.
- Selalu menebak dulu, catat hasil di kolom "menempel" dan "tidak menempel", dan berhentilah sejenak pada tebakan yang salah.
- Biarkan anak menemukan sendiri bahwa tidak semua logam menempel dan bahwa magnet bekerja lewat kertas dan air.
- Kutub senama saling menolak, kutub berlainan saling menarik: biarkan anak menemukannya sebelum mendengar namanya.
Baca juga: Memancing dengan magnet buatan sendiri: tangkap ikan, hitung titiknya
